Heartline FM --Portal Keluarga Indonesia-“Memperkokoh Indonesia dari Keluarga”
 
   

The Handbook of Marriage
  (Menuju Perkawinan Langgeng)

SHARE

Pengarang       : Paul Subiyanto
Penerbit           : Elex Media Komputindo
Tahun              : 2011

Perkawinan itu ibarat benih. Kita harus memilih benih terbaik, sebelum menaburkannya ke dalam tanah. Kita merawatnya agar terhindar dari hama, hingga sampai saatnya memanen hasilnya. Perkawinan bukan kesepakatan sekali jadi. Seperti benih, perkawinan juga harus dirawat dan dikelola, terhindar dari wabah.

Buku The Handbook of Marriage terdiri dari 4 bagian. Bagian pertama, menyajikan kiat-kiat praktis dalam berkomunikasi dengan pasangan. Relasi yang kokoh dan hangat mensyaratkan adanya komunikasi yang efektif antara suami dan istri. Komunikasi ibarat keterampilan mengemudi, berbagai teori hanya bermakna sejauh dipraktekkan. Kapan harus menginjam rem, gas, kopling, dan ganti gigi hanya nyata ketika berada di jalan raya, bukan di kelas. Ada saatnya perjalanan mulus tanpa hambatan, namun tak jarang harus mengerem mendadak, banting setir, bahkan ban selip atau oleng. Pada saat-saat seperti ini, Anda tidak bisa berhenti lalu membuka buku teori mengemudi. Seketika itu juga Anda menggunakan keterampilan yang Anda miliki.

Bagian kedua, mengupas 15 kebutuhan emosional yang ada dalam relasi. Kebahagiaan adalah buah dari terpenuhinya kebutuhan emosioanl. Menginginkan perkawinan yang bahagia mengandung konsekuensi untuk terlebih dahulu memenuhi kebutuhan emosional pasangan. Ketika Anda berhasil memenuhi kebutuhan emosi pasangan, sekecil apapun berarti Anda sedang mendepositokan cinta. Anda sedang membuat investasi yang tak mungkin merugi. Deposito Anda akan menghasilkan bunga yang setiap saat akan Anda nikmati. Pasangan yang terpenuhi kebutuhan emosionalnya akan mengalami kebahagiaan dan kepenuhan hidup. Hanya orang yang bahagia yang mampu membahagiakan orang lain.

Bagian tiga, memuat upaya-upaya untuk terus merawat perkawinan agar mampu membuahkan kehangatan dan keintiman. Selagi Tuhan masih memberi kesempatan, belajarlah lebih mencintai pasangan. Tak ada yang tahu kapan kematian menjemput Anda, mungkin 20 tahun lagi, setahun lagi, sebulan lagi, bahkan tidak mustahil besok. Tak ada yang bisa Anda bawa: kekayaan, kehormatan, kemasyuran, kepintaran – semuanya harus ditinggalkan, tak peduli betapa Anda bersusah payah mencarinya. Yang boleh dibawa Cuma satu bekal: CINTA.

Bagian empat, mencoba menggali nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam relasi suami-istri. Perkawinan membuka kesempatan bagi pria dan wanita untuk memanusiakan diri menuju kesempurnaan sebagai ciptaan. Semua agama menunjuk, perkawinan adalah hal sakral.

Buku ini bisa menjadi kado perkawinan, yang bukan hanya indah tetapi juga menginspirasi, meneguhkan komitmen untuk terus menjadi lebih baik. Selamat membaca.

 

Untitled Document


ARCHIEVES


   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
  Anak STNK (Anak Saya Tidak Nakal, Kok)  
   
   
   
   
Heartline FM --Portal Keluarga Indonesia-“Memperkokoh Indonesia dari Keluarga”

 Copyright by HEARTLINE FM