Heartline FM --Portal Keluarga Indonesia-“Memperkokoh Indonesia dari Keluarga”
 
   

Tuberculosis Pada Anak

SHARE

dr. Nastiti, SpAk memaparkan kenapa tema ini diangkat? Karena 24 Maret itu ada peringatan TB sedunia, badan kesehatan dunia tentu memberikan perhatian besar pada topik ini. TB adalah penyakit infeksi dan ditularkan oleh kuman Microbacterium Tuberculosis.
Penyakit TB pada anak dan dewasa dapat menyerang ke semua organ, bukan hanya ke paru-paru. Memang pada anak lebih rentan terserang TB ke semua organ. Anak dapat tertular kuman ini dari orang di sekitar anak tersebut, misalnya tertular dari serpihan dahak. Anak yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah maka akan terinfeksi.

Sewaktu kuman Tuberculosis (TB) ini masuk ke dalam tubuh anak namun tidak menimbulkan masalah. Kuman TB ini dapat berdiam bertahun-tahun dalam tubuh, jika suatu saat si anak berkembang menjadi dewasa dan memiliki tekanan dan kemudian berkembang menjadi penyakit TB. Kuman ini bersifat rumit dan pintar sekali bersembunyi. Proses kerusakan di paru-paru oleh kuman ini biasa terjadi dari 4-21 minggu sejak tertular. Jika anak mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh dan berat badan tidak naik maka sebaiknya diwaspadai.
Batuk karena TB tidak mengenal waktu dan tidak mengenal pencetus.

“Anak kan sedang tumbuh kembang, kuman TB akan menghambat pertumbuhan si anak. Berat anak bukannya meningkat, malah turun. Nanti dokter yang akan membuktikan ada atau tidaknya infeksi kuman TB. Anak akan diberikan tes mantuk, anak disuntik dengan suntikan protein kuman. Jika positif, maka anak memang terinfeksi kuman TB. Orangtua disuruh kontrol setelah 2-3 hari. Jika anak mengalami bengkak pada tubuh dan terukur maka anak telah terinfeksi kuman TB.” Jelas dr. Nastiti.

Jika dokter menemukan kasus pasien yang mengalami batuk darah maka biasanya dokter akan memikirkan kemungkinan awal TB, namun memang tidak 100% semua batuk darah pasti TB. Maka hasil dahaknya atau darahnya harus diteliti lebih lanjut, karena kanker atau tumor di paru-paru juga dapat menyebabkan batuk darah.

Proses pengobatan TB biasanya berlangsung selama 6 bulan. Selama 2 bulan pertama diberikan pengobatan dan minimal ada 3-4 macam. Orang yang merokok memiliki imunitas yang cenderung lemah karena kondisi tubuh dirusak oleh nikotin. Penderita TB harus konsisten meminum obat, ini adalah kunci pengobatan TB.

Pada ibu hamil yang mengalami TB akan sangat mungkin sekali menularkan pada janin dalam perut. Maka si ibu harus mengkomunikasikan kepada dokter anak agar bisa diusahakan agar anak tidak tertular. Untuk penderita TB juga harus menjaga kebiasaan hidup agar tidak menulari orang lain, gunakanlah masker dan jangan membuang ludah sembarangan serta rajin mencuci tangan.

Dr. Nastiti menyatakan memang kuman TB tidak bisa dibersihkan sepenuhnya karena kuman ini membentuk berbagai koloni di organ tubuh misalya di usus, otak, paru-paru, hingga tulang. Pada anak-anak dapat menyebabkan kecacatan. Yang harus diperhatikan adalah apakah anak mengalami kejang atau penurunan kesadaran atau ada ada kerusakan di otak.
Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi RS Hermina Tangerang di 021-55772525.

 

Untitled Document


ARCHIEVES


   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Heartline FM --Portal Keluarga Indonesia-“Memperkokoh Indonesia dari Keluarga”

 Copyright by HEARTLINE FM