Kita suka meremehkan remah – remah roti pada saat kita sedang memakan roti. Kita menganggapnya barang tidak berguna. Cuma sisa-sisa Bagi kita yang penting adalah rotinya., remah-remah itu tidak penting.
Seberapa tidak pentingnya suatu benda, masih penting untuk orang lain. Kalau kita bikin kroket , remah-remah itu berguna, kalau untuk semut itu makanan besar.Setiap hal di dunia ini sekecil apa pun pasti berarti. Manusia suka melihat sesuatu yang besar, namun tidak menghargai yang kecil
Waktu musim lebaran, kita tidak dapat bergerak karena kehilangan jutaan pekerja. Yang mungkin dalam benak pikiran orang mereka bukan pemeran utama di masyarakat, mereka yang penting dibayar selesai.Tetapi kita bisa melihat tanpa mereka ekonomi lumpuh tidak bisa bergerak. Sebuah baut juga tidak penting untuk sebuah mobil, tetapi kalau tidak ada juga tidak bisa.
Kita suka under estimate (merendahkan) orang. Kita sering mengnggap mereka remah remah roti dan saya yang makan rotinya. Sekecil apa pun setiap manusia mempunyai peran di dalam kehidupan ini. Di film kan juga ada peran utama, peran pembantu dan figuran, tetapi semuanya main film. Kita tidak bisa buat film hanya peran utama saja.
Sayangnya orang juga puas menjadi remah remah roti. Mereka tidak berusaha bersemangat dalam hidup supaya mereka jadi roti, Acara saya hanya mendorong orange untuk mengubah dirinya dari remah-remah menjadi roti.
Victor Frankl seorang Austria yang seharsnya sudah mati dikamp konsentrasi Auschwitz, Jerman mengatakan bahwa ia telah menemukan hidupnya kembali pada saat ia bebas dari kamp itu.. Pengalamannya di kamp konsentrasi ditulisnya dalam buku “Man’s Search for Meaning” (Manusia mencari arti hidup). Ia mereasa bahwa setiap manusia pasti setelah ada dimuka bumi ini, akan mencari arti mengapa ia dilahirkan,
Ia bercerita dalam kondisi terburuk dalam hidupnya ia mengambil keputusan untuk tetap bertahan.Ia tidak putus asa.Ia tetap memiliki asa tanpa tergantung pada kondisi sekelilingnya. Bagaimana sebagai tahanan ia mempraktekkan metoda pengobatan jiwa yakni dengan mencari alasan mengapa manusia itu hidup.
Dalam bukunya ia mengatakan arti dari hidup ini dapat dijumpai di setiap momen kehidupan kita. Hidup ini tidak pernah berhenti memberikan arti, bahkan dalam penderitaan dan menghadapi kematian yang sedang kita hadapi sekali pun. Ia menasihati agar dalam keadaan terjepit carilah seorang teman, keluarga dan Tuhan
yang tidak akan mengecewakan kita.Frankl berkonklusi bahwa dari pengalaman ditahanan reaksi psikologikal seseorang tahanan bukan hanya bergantung pada keadaan dari hidupnya, tetapi dari kesempatan untuk memilih secara bebas yang dimilikinya walau pun keadaannya terburuk. Selama manusia masih memiliki iman untuk masa depannya ia akan hidup, tetapi bila ia kehilangan imannya hidupnya akan berakhir,
Dalam kedinginan, terantuk batu, kubangan air ia pun berhasil menangkap arti hidup ini . Dikawal secara ketat oleh penjaga yang terus menteror, mulut terkunci karena dinginnya udara, ia mengingat isterinya, Ketika berjalan di dalam kedinginan , terpeleset di jalan yang becek, ia tetap berpikir akan isterinya yang juga berada di kamp konsentrasi yang lain. Ia memandang ke langit, ketika melihat bintang-bintang mulai meredup dan cahaya pagi yang merona mulai memenuhi langit, ia membayangkan keadaan isterinya. Wajah isterinya terus terekam penuh penderitaan, namun tetap tersenyum, penuh kejujuran dan keberanian. Khayal atau bukan wajah itu lebih terang dsripada cahaya matahari yang baru mulai keluar di ufuk pagi. Pengharapan bertemu isterinya, memberi kekuatan dalam kesengsaraannya.
1.Setiap manusia berarti
Saudara setiap manusia berarti, walau pun menurut pandangan manusia lain ia hanya remah remah roti. Sebenarnya siapa yang berhak menetapkan sesroang sebagai rremah remah roti di masyarakat. Jelas tidak ada karena Tuhan menciptakan manusia itu sama sebagai sebuah mahluk yang istimewa. Yang membuat rmanusia sebagai remah roti justru manusia itu sendiri, Dia tidak mau berjuang, dia senang dinamakan remah-remah roti, dan menyalahkan keadaan bahwa dia tidak menjadi roti.
2.Setiap manusia membutuhkan jati diri
Siapa pun dia setiap manusia memerlukan identitas diri, jati diri . Dia bukan angka statistic kelahiran di Catatan Sipil, ia butuh penghargaan. Seorang manasia yang lebih kuat harus mengajak yang lemah. Mana lebih mudah mengangkat yang lemah atau mendorong yang lemah. Jelas mengangkat kalau mendorong dalam keadaan lemah dia bisa jatuh
3.Kita bisa mengubah arti hidup
Siapa pun kta, kita bisa mengubah arti hidup. Kita tidak perlu menyesali masa lalu yang kelam, kalau terjadi. Kalau demikian kita perlu berdiri di titik nol. Entah dimana titik nol itui,.lalu bergerak dari sana.Bergerak …..bukan diam menuju titik akhir. Berapa pun umur kita, dimana pun kita sedang berdiri, asal kita mau pasti bisa
Nah saudara manusia selalu mencari arti hidup.kadangkala dia bingung mengapa dia ada dimuka bumi ini? Bagi yang mengerti tolong artikan itu bagi orang lain.Beritahu bahwa ia bukan remah –remah roti , ia adalah roti, ia harus berfungsi sebagai roti, bukan remah-remah.
Always desire to learn something useful
Sopochles
|